"Enggak. Ini prinsip," kata Si A, tangannya sudah di atas motor. "Gara-gara Despacito digilir seenaknya, gue jadi sadar: kita tidak punya kode etik yang jelas soal rotate lagu."
Malam Jumat di pinggir jalan yang macet. Di bawah satu-satunya lampu taman yang masih menyala, lima anak muda duduk melingkar. Di atas meja kayu lapuk: tiga gelas es teh manis, dua kopi tubruk, dan satu ponsel murahan yang speaker-nya sudah sedikit serak. Suasana damai itu runtuh dalam sekejap. Penyebabnya? Sebuah lagu. Bukan lagu sembarangan. Despacito . Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...
Kejadian bermula polos. Si A, yang merasa dirinya DJ dadakan, menyambungkan ponselnya ke speaker portabel. Playlist-nya sudah disiapkan sejak sore: campuran rock alternatif, pop melankolis, dan sedikit dangdut koplo untuk pemanasan. Namun tiba-tiba, si B—yang baru pulang dari TikTok-an seharian—merogoh ponselnya dan berkata, "Gue ganti ya, lagu lama mulu." "Enggak